, , , ,

Program Revitalisasi Sekolah Tuai Kritikan, LIRA Magetan Turun ke Lapangan

MAGETAN – Program revitalisasi sekolah yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan target 71.744 sekolah pada 2026 menjadi perhatian Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Magetan. Selain melakukan pemantauan Tim LIRA yang di nahkodai Sofyan Sudah siapkan untuk turun di beberapa lokasi juga memastikan adanya  keluhan terkait pelaksanaan program tersebut dari salah satu kepala sekolah…

2 menit

Read Time

MAGETAN – Program revitalisasi sekolah yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan target 71.744 sekolah pada 2026 menjadi perhatian Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Magetan.

Selain melakukan pemantauan Tim LIRA yang di nahkodai Sofyan Sudah siapkan untuk turun di beberapa lokasi juga memastikan adanya  keluhan terkait pelaksanaan program tersebut dari salah satu kepala sekolah di Kabupaten Magetan.

DPD LIRA Magetan, sebagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial kontrol, mendorong agar pelaksanaan program perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan secara transparan, tepat sasaran, berkualitas, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Saat Sofyan bersama tim melakukan pembahasan terkait hasil pekerjaan revitalisasi sekolah di lapangan, seorang warga yang berada di lokasi tiba-tiba menyampaikan kritik mengenai program tersebut.

“Mas, sekolah saya jumlah siswanya tidak banyak, sekitar 45 anak, tidak mendapatkan program. Justru sekolah yang siswanya hanya 17 malah mendapatkan,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Kamis (10/9/2026).

Warga tersebut kemudian diketahui merupakan salah satu kepala sekolah di Kabupaten Magetan. Ia mempertanyakan mekanisme maupun persyaratan yang menjadi dasar penentuan sekolah penerima program revitalisasi.

“Mbok ya sekolah saya dibantu biar dapat. Masa sekolah yang muridnya sedikit dapat, yang jumlah muridnya lebih banyak malah tidak dapat,” keluhnya.

Mendapatkan informasi tersebut, Sofyan mengatakan LIRA Magetan akan melakukan pengawasan lebih detail dengan mengecek sejumlah lokasi sekolah yang mendapatkan maupun belum mendapatkan program revitalisasi.

“Saya tegaskan, program revitalisasi sekolah ini menyangkut kepentingan pendidikan dan masa depan anak-anak. Jangan sampai ada persoalan dalam pelaksanaannya. Semua harus dilakukan secara transparan, terbuka, sesuai ketentuan, dan tepat sasaran,” ujar Sofyan.

Menurutnya, sekolah yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan serius harus menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan prioritas penerima program. Pendataan kondisi bangunan juga perlu dilakukan secara objektif agar pelaksanaan revitalisasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

LIRA Magetan menilai pengawasan publik diperlukan untuk memastikan program revitalisasi yang dilaksanakan secara swakelola tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi siswa maupun tenaga pendidik.

“Yang paling penting bukan hanya bangunannya berdiri, tetapi kualitas pekerjaan harus baik dan sesuai perencanaan. Jangan sampai setelah selesai justru muncul persoalan baru,” tegas Sofyan.

LIRA Magetan, lanjut Sofyan, akan terus mencermati perkembangan program revitalisasi sekolah di wilayah Kabupaten Magetan serta mendorong masyarakat ikut berperan dalam melakukan pengawasan.

“Pengawasan bukan berarti menghambat program pemerintah. Justru pengawasan diperlukan agar program berjalan sesuai aturan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

(red)

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports