ASN dan Kepala Desa Magetan Di Harap Netral Menjelang Pemilu 2024
Magetan, Menjelang pemilu 2024 bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara atau ASN beserta Kepala Desa se Kabupaten Magetan bersikap profesional dan tetap netral dalam menyikapi pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pilkada 2024.
Hal ini di di sampaikan oleh Bakesbangpol Kabupaten Magetan dengan mengadakan sosialisasi yang bertajuk Netralitas ASN dan Kepala Desa dalam Pemilihan umum serentak 2024 yang bertempat di pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan.
Sosialisali ini di hadiri oleh Kepala PMD Eko Muryanto, S.PI, M.Si. Kepala Bakesbangpol Chanief Tri Wahyudi, M.Si. dan beberapa ASN serta kepala desa se kabupaten Magetan.

Kepala PMD Magetan Eko Muryanto S.Pi., M.Si. menyampaikan ke pemerintah desa dan aparatur negara meminta untuk tidak mengupload story atau mengubah profil terkait dengan pemilu 2024.
Dalam hal ini Bakesbangpol menggelar acara bertujuan bagaimana menjaga netralitas aparatur pemerintah desa dan ASN dalam PEMILU, Himbauan dari Eko meminta netral baik bagi ASN ataupun Perangkat desa.
“Ada larangan sebagai aparatur Pemdes untuk aktif menjadi pengurus parpol ataupun kampanye,” jelasnya.
Ia menambahkan dalam hal ini posisi yang memiliki jabatan harus bener bener Netral.
“Kalaupun terpaksa karena ada hubungan keluargaan , kekerabatan dan lain lain, silahkan mengambil cuti di luar tanggungan negara,” sambungnya.

“Kepada seluruh ASN maupun kepala desa dalam pemilihannya harus di simpan, tidak boleh mengupload story dan mengubah profil terkait pemilu 2024”. Ujarnya pada Kamis (28/12/23)
Selain sosialisasi yang digelar, Bagesbangpol juga memasang banner atau spanduk yang di tempatkan di beberapa titik di seluruh Kabupaten Magetan seperti kecamatan-kecamatan , Pedesaan, Kelurahan guna mengedukasi masyarakat terkait Pemilu 2024 tersebut.
Kepala Bakesbangpol Chanief Tri Wahyudi M.Si. meminta kepada kepala desa untuk netral dalam pemilu 2024 dan menargetkan partisipasi masyarakat 7.8%.
“Yang jelas kepala desa harus netral, karena kepala desa adalah tokoh yang ada di desa jadi panutan tanpa memihak. Kita targetkan partisipasi masyarakat 7.8% sehingga pada hari ini kita bekerjasama dengan PMD untuk meningkatkan target ini”. Pungkasnya.(zal)















